Milkiyah dan Keadilan Ganti Kerugian dalam Pengadaan Tanah: Perspektif Hukum Ekonomi Syariah
Main Article Content
Abstract
Land acquisition for public interest in Indonesia still generates compensation disputes even though its regulation has been strengthened from the Basic Agrarian Law to the Job Creation Law, raising the question of whether formal legal certainty alone secures substantive justice for landowners. This article analyzes how far the principle of milkiyah (ownership as a trust) in Islamic economic law can enrich the assessment of compensation justice. This normative legal study applies statutory and conceptual approaches to legislation, court-related instruments, textbooks, and journal articles, analyzed through comparative-thematic and prescriptive methods. The findings show that the social function of land rights, the duty to pay proper and fair compensation, and the principle of agreement are consistent with milkiyah, an taraadin (mutual consent), and the prohibition of gharar and zulm. Tension arises mainly in the rule deeming non-objecting parties to have accepted compensation and in the court deposit (consignment) of compensation, which may weaken the landowner's genuine consent. As an implication, the article formulates four milkiyah criteria, namely clarity of object and value, consent through deliberation, coverage of non-physical losses, and recognition of collective or religious rights, as an additional ethical-normative framework that strengthens positive law.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
References
Abasir, M. A., Stiawan, T., Hamidah, S., Robbani, S., Fitri, A., Khoeruzaad, B., … Suharman. (2024). Buku ajar fiqih muamalah. Padang: CV Pustaka Inspirasi Minang.
Artiyanto, Purwandari, E., Abbas, S., & Nurdin, R. (2024). Penolakan terhadap kegiatan pengadaan tanah menurut fikih dan undang-undang Indonesia. Tahkim, 20(2), 231–251. https://doi.org/10.33477/thk.v20i2.8050
Bastanta, A., & Sitabuana, T. H. (2024). Pemenuhan asas keadilan dalam pemberian ganti kerugian terhadap pemilik tanah akibat pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. UNES Law Review, 6(3), 8463–8471. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i3.1753
Batubara, S. (2017). Kepemilikan relatif (Al-Milkiyah Al-Muqayyadah) privat dan publik dalam ekonomi Islam. JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah), 16(2), 173–184. https://doi.org/10.31958/juris.v16i2.971
Herlindah, H., Kholish, M. A., & Galib, A. M. (2022). Suing the oligarchy of ownership and control of agricultural land in Indonesia: A maqashid sharia review of the land of agrarian reform objects (TORA) exceeding the maximum boundary. Media Syari'ah: Wahana Kajian Hukum Islam dan Pranata Sosial, 24(2), 222–239. https://doi.org/10.22373/jms.v24i2.12960
Herlindah, H., Shomad, A., Septiandani, D., Ariani, R. S., & Nasution, N. A. (2024). Waqf land as an alternative for implementing the land reform program in Indonesia. Jurnal Bina Mulia Hukum, 9(1), 125–141. https://doi.org/10.23920/jbmh.v9i1.1595
Joesoef, I. E. (2021). Rekonstruksi pencabutan hak atas tanah dan konsinyasi dalam pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Masalah-Masalah Hukum, 50(3), 318–330. https://doi.org/10.14710/mmh.50.3.2021.318-330
Kholijah, S. (2025). Rekonstruksi konsep kepemilikan (Al-Milkiyah) dalam ekonomi syariah modern. EKSYA: Jurnal Ekonomi Syariah, 6(1), 1–14. https://doi.org/10.56874/eksya.v6i1.2556
Muntaqo, F., Mashudi, M., Pratama, A. D., Ilmi, A. R. F., & Rumesten, I. (2025). The transformation of land law in Indonesia: From commodification to Maqāṣid and social justice. Al-Ahkam, 35(2), 287–312. https://doi.org/10.21580/ahkam.2025.35.2.25605
Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengajuan Keberatan dan Penitipan Ganti Kerugian ke Pengadilan Negeri dalam Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.
Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengajuan Keberatan dan Penitipan Ganti Kerugian ke Pengadilan Negeri dalam Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Diambil dari https://peraturan.bpk.go.id/Details/161849/pp-no-19-tahun-2021
Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Diambil dari https://peraturan.bpk.go.id/Details/234926/perpu-no-2-tahun-2022
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020 tentang Pengujian Formil Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Rakhmatullah, B. R., Hamzani, A. I., Idayanti, S., Indriasari, E., & Fuad, Z. M. (2023). Perlindungan hukum bagi pemilik hak atas tanah dalam pelaksanaan musyawarah ganti rugi pengadaan tanah. Salam: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, 10(3), 683–698. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v10i3.32114
Ridwan. (2013). Hak milik atas tanah dalam perspektif hukum Islam dan hukum pertanahan Indonesia. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 7(2).
Sahnan, M., Fathoni, Y., & Salat, M. (2015). Penerapan prinsip keadilan dalam pembebasan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 3(9).
Sholicha, I. (2026). Tukar guling (ruislag) tanah wakaf dalam perspektif hukum positif dan hukum Islam di Indonesia. Taruna Law, 4(1). https://doi.org/10.54298/tarunalaw.v4i1.836
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2009). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Jakarta: Rajawali Pers.
Subekti, R. (2016). Kebijakan pemberian ganti kerugian dalam pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Yustisia, 5(2), 376–394.
Suntoro, A. (2019). Penilaian ganti kerugian dalam pengadaan tanah untuk kepentingan umum: Perspektif HAM. BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan, 5(1). https://doi.org/10.31292/jb.v5i1.316
Suyanto. (2023). Hukum pengadaan dan pendaftaran tanah: Kajian yuridis dari UU No. 5 Tahun 1960 sampai UU No. 11 Tahun 2020. Gresik: UNIGRES Press.
Syibly, M. R., & Ahsani, M. F. (2022). Pengadaan tanah dalam Peraturan Pemerintah No. 64 Tahun 2021 menurut perspektif fikih agraria. Al-Mawarid: Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH), 4(1), 1–14. https://doi.org/10.20885/mawarid.vol4.iss1.art1
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Diambil dari https://peraturan.bpk.go.id/Download/28381/UU%20Nomor%202%20Tahun%202012.pdf
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Diambil dari https://peraturan.bpk.go.id/Details/246523/uu-no-6-tahun-2023
Utami, F., Lestari, D. M., & Khaerusoalikhin, K. (2020). Analisis kritis konsep kepemilikan harta dalam Islam. JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah), 19(2), 133–145.
Wahyuni, S. (2024). The expediency principle of inanimate land: A study of ihya' al-mawat in classical fiqh and land reform in Indonesian agrarian law. Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum, 12(1), 70–94. https://doi.org/10.14421/al-mazaahib.v12i1.3663